(I)
tak ada yang lebih indah daripada puisi--
ia menjelmakan sesuatu yang tak bertutur,
ia membahasakan batu yang tak berbicara,
ah! tidak ada yang lebih indah
daripada puisi yang menjadikan
segalanya berkata-kata
(II)
duhai puisi yang berbicara
tentang segala yang tersembunyi
: engkau memesona seluruh mataku
yang terlelap
duhai puisi
: kata-kata makna, dan indahnya,
semesta terekam bahasamu
bagiku kau rahsia
(III)
apakah puisi dapat membahasakan bibirmu
yang terbungkam?
; kulihat ia membelai rambutmu lembut,
selembut angin musim panas yang bertiup
di sela-sela dahan dan serat daun
mungkinkah sang puisi menjadi pengantar tidurmu
di malam hari?
; kudengar ia bersenandung tentang keindahan
suatu tempat, mungkin ladang rumput
yang luas
ia bernyanyi di samping kedua telingamu
: mendendangkan romansa malam
bersama rintik hujan yang juga membawa harum tanah
--tak lupa kita pada kematian
(IV)
menjulang tinggi;
melayang langit
menjejak tanah-tanah api
;
menghirup udara
menghentak nafas
meniup sangkakala
(V)
puisi, puisi,
benarkah kita akan bertemu malam penuh bintang
juga sinarnya?
puisi, puisi,
sungguh benar aku rindu
pada kelopak mata langit malam
puisi, puisi,
aku jatuh cinta
(VI)
daun-daun itu, puisiku,
berbicara tentangmu dengan lembaran-lembarannya,
juga akar-akarnya,
sedang embun dan kabut pagi;
menyapa daun-daun itu dengan meminjam-mu
; apakah sungai yang mengalir di seberang rumah itu
menggemericikkan suara-suara-mu, puisiku?
sebab yang berhidung mancung itu,
yang berambut ikal di sana,
yang ujung rambut kepalanya mengenai atap itu,
yang sedang saling menggenggam tangan di sana, di bawah pohon itu,
sedang menyanyikan dan menyuarakanmu,
(VIII)
sesungguhnya yang terlihat ialah tak terlihat,
maka berteriaklah sekeras-kerasnya, puisiku,
suarakanlah sampai ia--yang tak terlihat
menjadi terlihat,
sejatinya yang nyata adalah tak nyata,
lalu menjelmalah, puisiku,
ibarat musim yang selalu berubah bentuk,
(IX)
akhirnya... bersatulah para semesta,
menjelmalah dan bersuaralah,
tak ada yang lebih indah daripada puisi--
ia menjelmakan sesuatu yang tak bertutur,
ia membahasakan batu yang tak berbicara,
ah! tidak ada yang lebih indah
daripada puisi yang menjadikan
segalanya berkata-kata
(II)
duhai puisi yang berbicara
tentang segala yang tersembunyi
: engkau memesona seluruh mataku
yang terlelap
duhai puisi
: kata-kata makna, dan indahnya,
semesta terekam bahasamu
bagiku kau rahsia
(III)
apakah puisi dapat membahasakan bibirmu
yang terbungkam?
; kulihat ia membelai rambutmu lembut,
selembut angin musim panas yang bertiup
di sela-sela dahan dan serat daun
mungkinkah sang puisi menjadi pengantar tidurmu
di malam hari?
; kudengar ia bersenandung tentang keindahan
suatu tempat, mungkin ladang rumput
yang luas
ia bernyanyi di samping kedua telingamu
: mendendangkan romansa malam
bersama rintik hujan yang juga membawa harum tanah
--tak lupa kita pada kematian
(IV)
menjulang tinggi;
melayang langit
menjejak tanah-tanah api
;
menghirup udara
menghentak nafas
meniup sangkakala
(V)
puisi, puisi,
benarkah kita akan bertemu malam penuh bintang
juga sinarnya?
puisi, puisi,
sungguh benar aku rindu
pada kelopak mata langit malam
puisi, puisi,
aku jatuh cinta
(VI)
daun-daun itu, puisiku,
berbicara tentangmu dengan lembaran-lembarannya,
juga akar-akarnya,
sedang embun dan kabut pagi;
menyapa daun-daun itu dengan meminjam-mu
; apakah sungai yang mengalir di seberang rumah itu
menggemericikkan suara-suara-mu, puisiku?
sebab yang berhidung mancung itu,
yang berambut ikal di sana,
yang ujung rambut kepalanya mengenai atap itu,
yang sedang saling menggenggam tangan di sana, di bawah pohon itu,
sedang menyanyikan dan menyuarakanmu,
(VIII)
sesungguhnya yang terlihat ialah tak terlihat,
maka berteriaklah sekeras-kerasnya, puisiku,
suarakanlah sampai ia--yang tak terlihat
menjadi terlihat,
sejatinya yang nyata adalah tak nyata,
lalu menjelmalah, puisiku,
ibarat musim yang selalu berubah bentuk,
(IX)
akhirnya... bersatulah para semesta,
menjelmalah dan bersuaralah,
A.M.A
Jakarta-Depok, 15 Februari - 01 Maret 2011
Jakarta-Depok, 15 Februari - 01 Maret 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar